Sunday, December 11, 2011

Peran Sosial Media Dalam Membantu Komunikasi Bencana

okaaii, so this is final post on this blog for this semester.. ya ampun ga berasa uda akhir semester aj, mampus deh waktu cepet bner yah.. cckkck..
so our last class is by Kartika Oktarina, one of our good lecturer in Fikom.. this post is about her research , so enjoy this one


Twitter, siapa yang tidak mengenal sosial media tersebut? atau mungkin bisa juga dibilang, siapa yang tidak mempunyai account di sana? Mayoritas pasti mengenal dan memiliki account di twitter dan memahami dengan benar cara pemakaiannya. Twitter merupakan salah satu sosial media yang berbentuk seperti mini blog, dengan adanya batasan 140 kata setiap kali kita mau memposting sesuatu. Selain digunakan untuk bertukar info, twitter ternyata bisa juga dimanfaatkan sebagai media untuk berkomunikasi dalam menangani bencana loh!
Dalam penelitiannya, Bu Tika memutuskan untuk meneliti pemakaian twitter sebagai komunikasi bencana. Beliau memilih akun @JalinMerapi, suatu akun yang dibuat khusus untuk memantau serta memberikan informasi kepada publik mengenai segala perkembangan yang ada perihal gunung merapi.
Dalam akun tersebut, terlihat jelas bahwa  masyrakat dengan memanfaatkan internet serta kemampuan citizen jurnalisme dapat memberikan informasi yang lebih akurat serta tepat mengenai peristiwa yang terjadi seputar merapi. Apabila dibandingkan dengan berita yang ada di media massa, tentu sja berita di twitter berbeda karena mereka mengandalkan kemampuan para relawan yang langsung memberikan reportase, sehingga berita mereka lebih terkesan apa adanya, dibandingankan dengan berita di media massa yang memanfaatkan kepentingan pihak tertentu.
Berdasarkan penelitian tersebut, kesimpulan yang dapat diperoleh antara lain berupa :
  • penggunaan Twitter dan sosial media lain sangat membantu ketika terjadi bencana. Kenapa ? secara teknis, mereka yang menjadifollower @jalinmerapi dapat bertindak sebagai administrator yang memberikan informasi tentang bencana yang sedang terjadi. 
  • Twitter diakui mempunyai sisi Citizen Journalism untuk membantu menyebarkan informasi (berita) secara "real" tanpa ada kepentingan-kepentingan tertentu seperti media massa - media massa lain yang berkaitan dengan bencana. 
  • Twitter dapat digunakan untuk mengumpulkan relawan khususnya kalangan mahasiswa untuk membantu dalam penanganan bencana tersebut.

Demikian blog kapita selekta milik saya secara keseluruhan selama semester ini. Kiranya apa yang saya tulis disni dapat bermanfaat bagi rekan-rekan yang membacanya. Tak lupa silakan memberikan kritik dan saran yang membangun ya.. terima kasih

sumber : Ricky Santoso  

Iklan Politik

oleh : Dr. Eko Harry Susanto

Iklan politik merupakan salah satu alat kampanye yang bertujuan untuk meraih hasil tertentu. Di Indonesia, iklan politik seringkali dikaitkan dengan pencalonan ataupun mengkampanyekan diri sendiri maupun kelompok partai tertentu agar lebih dikenal oleh masyarakat. tentunya dengan tujuan untuk meraih pendukung sebanyak mungkin
Iklan politik sering dijumpai pada saat menjelang pemilihan pemimpin, seperti pada tahun 2009 ketika terjadi pemilihan presiden dan wakil presiden. Banyak sekali tokoh politik yang berlomba-lomba mencari simpati sebanyak mungkin melalui iklan di media televisi.
Iklan tersebut padahal tidak menelan biaya yang murah, tentunya sangat mahal. Tokoh politik tak segan-segan merogoh kocek dalam-dalam demi membuat iklan yang bagus (menurut mereka) dan berlomba-lomba menayangkannnya sebanyak mungkin di sejumlah stasiun televisi swasta.
Memang iklan politik merupakan salah satu strategi pemasaran yang terbilang cukup efektif, karena dapat menjangkau banyak khalayak tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. mayoritas penduduk Indonesia memang suka menghabiskan waktu mereka dengan menonton tv, dengan adanya anggapan tersebut tentunya para partisan politik tersebut memutuskan untuk memakai iklan televisi sebagai medium yang diharapkan dapat menjangkau pendukung sebanyak mungkin
Namun pada kenyataannya, tidak semua iklan politik tersebut menuai hasil yang positif. Kendati memang disaksikan oleh jutaan orang, jumlah pendukung parpol ataupun tokoh tertentu tidaklah meningkat. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang masih memutuskan untuk golput pada saat pemilihan umum serta ketidaktahuan masyarakat mengenai siapakah gerangan tokoh politik tersebut.
Selain itu, rakyat cenderung bersikap apatis dengan sejumlah janji-janji yang diberikan oleh para calon wakil rakyat tersebut. mayoritas hanya bisa mengumbar janji saja namun tidka ada fakta di lapangan yang dapat mendukung janji mereka.
Oleh sebab itu, menurut saya lebih baik jika iklan politik dibatasi ataupun ditiadakan saja sekalian. Ada baiknya para wakil rakyat tersebut berkaca terlebih dahulu apakah mereka sudah cukup pantas untuk menjadi seorang pemimpin, jangan hanya bisa memberikan janji ataupun beriklan saja J

Iklan di Era New Media

Siapa sih yang tidak mengenal iklan? Iklan merupakan suatu bentuk komunikasi, dimana produsen menawarkan sejumlah produk maupun jasa kepada konsumen. Hal itu bertujuan agar konsumen mengetahui tentang produk ataupun barang yang ditawarkan sehingga tertarik untuk mengkonsumsinya.
Iklan dapat dilihat dalam beragam media, seperti media televisi, cetak, dan lainnya. Media televisi sendiri merupakan media iklan yang dianggap paling menarik, karena mampu memberikan informasi dalam bentuk audio dan visual secara bersamaan. Iklan televisi telah mendominasi perhatian public dengan berbagai tampilannya, mulai dari yang jelek hingga yang paling menarik.
Namun di era new media seperti sekarang ini, banyak sekali media iklan baru yang bermunculan. Kasarnya, semua tempat dapat dimanfaatkan sebagai lahan iklan dan hal tersebut sah-sah saja. Selain karena tuntutan jaman, banyaknya new media tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen yang berbeda satu dan yang lainnya. Tidak semua orang memiliki kegiatan, selera, dan kebutuhan yang sama. Sehingga new media tersebut tercipta sesuai dengan karakter orang dari masing-masing golongan.
Salah satu new media yang paling cepat perkembangannya adalah media internet. Tak dipungkiri, kini semua orang dapat mengakses internet dari manapun, kapan pun, dengan biaya yang terjangkau. Dengan bermodalkan handphone dan kartu GSM saja orang sudah bisa mengakses layanan internet. Media tersebut dapat berkembang dengan cepat dikarenakan :
•          Tarif semakin murah
•          Jaringan global
•          Teknologi mampu menampilkan semua jenis informasi
•          Bisnis media online tumbuh
•          Akses mobile tumbuh

Dengan berkembangnya media internet, tak dapat diragukan suatu saat nanti semua media akan dapat tergantikan oleh internet. Namun tetap saja kita harus berhati-hati dalam memanfaatkan media tersebut agar tidak disalahgunakan. Salah satunya adalah dengan mengenali karakter media tersebut yang berupa :
•          Content/platform is the king ?
•          User Behaviour (online # offline)
•          Statistic (traffic tinggi # iklan)
•          Marketing (jitu)
•          Technology (cms, gratisan?)
•          Make Money (ide kreatif)
•          Culture (dunia cepat berubah, sesuaikan)

Oleh sebab itu, saran saya adalah pergunakan media yang ada dengan sebaiknya dan disesuaikan dengan keperluan yang ada. Tentunya kita juga harus mengenali karakter target kita agar tidak salah dan dapat memakai media dengan tepat.